Kampanye dalam konteks pilkada diartikan sebagai aksi memperkenalkan pasangan calon. Berbagai kelebihan kandidat ditonjolkan demi menarik sebanyak-banyaknya suara pemilih. Tidak jarang kampanye juga menyerang kubu seberang untuk melemahkan dukungan pemilih kepada rival. Serangan berupa kritik kinerja, tanpa isu SARA, sebenarnya sah-sah saja asalkan kritik tersebut didasarkan fakta dan bukan tudingan beraroma fitnah hingga mengarah kepada kampanye hitam. Kampanye hitam menciptakan atmosfer demokrasi yang tidak kondusif. Ujungnya bisa berupa pertengkaran, kekacauan, hingga konflik yang disertai kekerasan. Demokrasi yang susah payah kita bangun akan dengan sekejap mata merosot menjadi mobokrasi. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
dan follow Channel WhatsApp Medcom.id