Tak Hadir ke Istana, Gatot Dinilai Tak Hargai Negara

CrossCheck panglima tni gatot nurmantyo
Medcom • 16 November 2020 00:19
Politisi PKB Abdul Kadir Karding menilai mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo tidak menghargai negara dan bersikap congkak saat menolak penghargaan Bintang Mahaputera dari negara. Sementara, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menyebutkan bahwa akan lebih baik jika Gatot datang dan menerima penghargaan yang diberikan, dengan catatan tetap mengawal apakah masih adanya penghadangan yang dilakukan kepada para anggota KAMI setelah dirinya menerima penghargaan.
 
Menurut Ray, tidak ada masalah menerima penghargaan itu meski sikap politiknya berbeda. Kedatangan Gatot ke Istana justru menjadi bukti bahwa dirinya menghormati institusi TNI. Absennya Gatot juga dipersepsikan karena sikap Gatot yang berseberangan dengan pemerintah. Saat ini, Gatot menjabat sebagai presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang kerap mengkritik Istana.
 
Jika Gatot menerima penghargaan tersebutpun, beban ujiannya dinilai bukan pada Gatot namun pada negara jika anggota KAMI masih dilakukan dihadang, diperiksa bahkan ditahan. Penghargaan tersebut pun dinilai hanya sebagai pengalihan atas pembungkaman yang dilakukan negara. Ray menilai seharusnya negara tetap menghormati hak politik seseorang atau kalangan.

(ARV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai video ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif