Calon presiden nomor urut 01 Anies Baswedan mengatakan proses pemilu 2024 mengalami penyimpangan berskala besar karena dijalankan dari puncak kekuasaan. Menurut Anies, tindakan itu merusak demokrasi.
Aparat daerah mengalami tekanan dan diberikan imbalan untuk memengaruhi arah pilihan politik. Lalu, penyalahgunaan bantuan sosial yang sejatinya diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat.
Tidak hanya itu, intervensi bahkan merambah hingga kepemimpinan MK. Anies menilai, pimpinan MK seharusnya berperan sebagai jenderal benteng pertahanan terakhir penegakan prinsip-prinsip demokrasi.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id.
(rzs)